Kripik Daun Pepaya Rasa Buah-Buahan

Lampiran A

KARYA TULIS ILMIAH

REKAYASA PRODUK PERTANIAN LOKAL DALAM IMPLEMENTASI AGROINDUSTRI

PEMBUATAN KRIPIK DAUN PEPAYA DENGAN BERBAGAI RASA BUAH-BUAHAN YANG BERGIZI TINGGI SEBAGAI CAMILAN ALTERNATIF


Diusulkan Oleh :

1. Wulandari

2. Azza Kadarwati N

3. Anggita Dian Hartanto

PROGRAM STUDI ILMU PENDIDIKAN IPA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

YOGYAKARTA, 15 FEBRUARI 2010

PROPOSAL PENELITIAN

  1. Judul Penelitian:  Pembuatan Kripik Daun Pepaya Dengan Berbagai Rasa Buah-buahan yang Bergizi Tinggi Sebagai Camilan Alternatif
  2. Ketua Peneliti :

a.   Nama Lengkap                         : Wulandari

b.   NIM                                         : 07312244049

c.   Program Studi                           : Pendidikan IPA

d.   Jurusan / Fakultas                      : Pend. IPA / FMIPA

e.   Universitas                                : UNY

f.    Alamat Rumah dan No. Tel./HP            : Kedaton, Pleret, Bantul / 085747968322

  1. Dosen Pendamping

a.   Nama Lengkap dan Gelar          : Asri Widowati, M.pd

b.   NIP                                          : 198308162006042002

c.   Alamat Rumah dan No Tel./HP : Pondok RW 07, Concat / 081804758907

  1. Tempat Penelitian                            : Laboratorium IPA dan Rumah
  2. Jangka Waktu Penelitian                  : Bulan April 2010

Yogyakarta, 01 Maret 2010

Menyetujui

Dosen Pembimbing                                                                    Peneliti,

Asri Widowati                                                                           Wulandari

NIP : 198308162006042002                                                  NIM : 07312244049

Mengetahui,

Pembantu Dekan    III                                                              Kaprodi

Drs. Sutiman                                                            Prof. Dr. Zudhan Kun Prasetyo M.Ed

NIP : 130367434                                                             NIP : 195504151985021001

ABSTRAK

Tujuan program yang hendak kami tuju adalah :mengetahui kandungan gizi yang ada di dalam kripik daun pepaya, mengetahui cara membudidayakan pohon pepaya, membuat makanan camilan dari daun pepaya dengan berbagai rasa buah-buahan. Lokasi yang kami gunakan dengan sampel daun pepaya yang terdapat pada pohon pepaya yang ada di belakang rumah kami.

Kami menggunakan teknik random sampling, yaitu dengan mengambil beberapa lembar daun pohon pepaya, kemudian kita merebusnya dengan dicampur sedikit tanah liat, ditiriskan atau di jemur di tempat yang teduh, kemudian di masukkan ke dalam adonan yang sudah dicampur dengan komposisi tumbar, bawang, garam, yang dihaluskan, kemudian diberi sari buah, dan di beri potongan daun jeruk purut tipis-tipis. Sari buah dibuat dari buah di campur sedikit air dan diblender.

Hasilnya daun pepaya tersebut menjadi kripik rasa buah-buahan. Kripik tersebut bisa sebagai makanan camilan keluarga yang murah. Hasil produksi kita titipkan di warung-warung terdekat, dan kita order di pasar. embuatan kripik daun pepaya ini tidak menghasilkan banyak limbah. Sisa buah yang digunakan dapat kita buat nastar kue dengan cara yang mudah, tinggal ditambah gula, cengkeh kayu manis, dan margarin yang kemudian di campur, dan di diamkan semalam. Kemudian paginya di masak di atas api sedang hingga kental, dan meresap. Sedangkan tangkai daun pepaya bisa kita potong-potong kecil kemudian di campur dengan katul dan air, sehingga dapat digunakan sebagai makanan sapi.

PENDAHULUAN

  1. A. LATAR BELAKANG MASALAH

Era modern perdagangan baik bidang pertanian maupun bidang peternakan yang dapat  berkembang pesat. Salah satu tantangan bangsa saat ini adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, sehingga pertanian (termasuk perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan) dapat menjadi penentu dan pendorong pertumbuhan ekonomi di setiap daerah.

Jenis industri pertanian sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat karena merupakan bagian yang penting dari  kegiatan perekonomian rakyat. Produk pertanian mempunyai potensi pasar yang besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang semakin meningkat bersamaan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya daya beli masyarakat. Produk pertanian mampu memasuki pasar ekspor karena meningkatnya daya saing industri tersebut. Akan tetapi, dibalik potensi yang demikian besar terdapat pula beberapa masalah dalam pengembangan pertanian nasional seperti berikut:

1. Terjadinya penyusutan lahan pertanian dan peternakan sebagai akibat dari pertambahan jumlah penduduk dan kemajuan ekonomi masyarakat.

2.  Rendahnya mutu produk baik  dalam bentuk segar ataupun  olahan sebagai akibat dari rendahnya teknologi yang digunakan  dan rendahnya kualitas sumber  daya manusia (SDM).

3.  Makin selektifnya pasar dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap masalah lingkungan dan kesehatan, tidak jarang melemahkan daya saing produk pertanian nasional di luar negeri.

Jika kita sebagai produsen tidak bisa bersaing dengan pertanian modern, pertanian lokal akan semakain terpuruk. Oleh karena itu harus bisa bersaing dengan memunculkan kekreatifan dalam mengolah produk-produk pertanian lokal. Dengan adanya permasalahan diatas, kami mencoba untuk menyajikan sebuah desain produk dari hasil pertanian lokal, dengan memanfaatkan daun pepaya sebagai makanan ringan (camilan) yang bergizi, dengan variasi rasa buah-buahan. Untuk meningkatkan nilai Agroindustri produk pertanian lokal.

Kita memilih daun pepaya sebagai produknya, karena daun pepaya ini sangat mudah didapatkan di daerah kita. Selain itu pohon ini mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Adapun kelemahannya yaitu adanya hama yang menyerang, sedangkan untuk mengatasi pahitnya daun pepaya selain menggunakan tanah liat dapat juga menggunakan daun jati pada waktu perebusan. Selama ini daun pepaya dimanfaatkan hanya untuk jamu, masakan jadi (oseng-oseng, sayur santan) sehingga tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama. Selain itu daun pepaya mempunyai banyak kandungan gizi seperti : karbohidrat, fosfor, kalori dan vitamin A, B1 dan C.

  1. B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang dibahas dalam program ini adalah :

  1. Bagaimana cara membuat kripik daun pepaya dengan berbagai rasa buah-buahan ?
  2. Bagaimana cara membudidayakan pohon pepaya ?
  3. Bagaimana respon konsumen terhadap produk camilan kripik daun pepaya rasa aneka buah ?
  1. C. TUJUAN PROGRAM

Tujuan program yang hendak dicapai adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui kandungan gizi yang ada di dalam kripik daun pepaya.
  2. Mengetahui cara membudidayakan pohon pepaya.
  3. mengetahui produk camilan kripik daun pepaya rasa aneka buah yang paling digemari oleh konsumen.
  1. D. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang diharapkan dalam program ini adalah :

  1. Terciptanya camilan alternatif yang bergizi tinggi dan aman untuk di konsumsi yang dapat diproduksi secara home industry.
  2. Meningkatkan karya kreativitas inovatif mahasiswa dalam rangka bereksperimen dan menemukan hasil karya yang bermanfaat dan tepat guna bagi masyarakat.
  3. Memantapkan jati diri intelektual mahasiswa sebagai cerminan masyarakat ilmiah.
  1. E. KEGUNAAN PROGRAM

Adapun kegunaan program yang dimaksud adalah :

  1. Meningkatkan kreativitas inovatif mahasiswa dalam menemukan hasil karya yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha.
  2. Untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan akademik mahasiswa dalam kreativitas dan penalaran pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS).
  3. Memperkenalkan kepada mahasiswa agar dapat memanfaatkan keberadaan pohon pepaya sebagai alternatif camilan, yang di ambil dari daun pepaya.

BAB II

DASAR TEORI

A. DESKRIPSI TEORI

Agroindustri berasal dari dua kata agricultural dan industry, yang berarti suatu industri yang menggunakan hasil pertanian sebagai bahan baku utamanya atau suatu industri yang menghasilkan suatu produk yang digunakan sebagai sarana atau input dalam usaha pertanian. Definisi agroindustri dapat dijabarkan sebagai kegiatan industri yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang, dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut.(Suprapto: Karakteristik, Penerapan, dan Pengembangan Agroindustri Hasil Pertanian di Indonesia).

Bahan baku lokal makin lama makin terpinggirkan. Harga bahan baku yang tidak menentu ini harus disiasati dengan menerapkan manajemen produksi yang benar , selain penggunaan peralatan proses yang efisien, penggalian dan peningkatan penggunaan potensi lokal untuk substitusi bahan baku impor, dan penyediaan bahan baku dengan mengoptimalkan peran keteknikan dalam budidaya pertanian. Mengingat pentingnya masalah di atas maka solusi terhadap permasalahan tersebut, pengembangan agroindustri berbasis sumber-daya lokal perlu ditingkatkan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Salah satu hasil pertanian yaitu pohon pepaya. Maka Agroindustri bisa kita terapkan melalui pembutan kripik daun pepaya rasa buah-buahan yang memanfaatkan pohon pepaya yang dikembangkan di Indonesia.

1. Daun  pepaya

Kasifikasi ilmiah

Kerajaan                      : Plantae

(tidak termasuk)           : Eudicots

(tidak termasuk)           : Rosids

Ordo                            : Brassicales

Famili                           : Caricaceae

Genus                           : Carica

Spesies             : C. Papaya

Nama Binomial Carica papaya L.

Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, “papaja”, yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, “papaya”. Dalam bahasa Jawa pepaya disebut “kates”.

Walaupun pohon ini berasal dari Meksiko, tetapi di Indonesia juga terdapat pembudidayaan pohon pepaya misalnya di daerah garut. Kualitas pohon pepaya yang dibudidayakan di luar negeri dengan di Indonesia berbeda, termasuk rasa buah pepaya.

Pohon ini sangat banyak kegunaannya baik dari buah, daun, batang, dan bunga. Buah pepaya dimakan dagingnya, baik ketika muda maupun masak. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran (dioseng-oseng). Daging buah masak dimakan segar atau sebagai campuran koktail buah. Buah pepaya matang sangat unggul dalam hal betakaroten (276 mikrogram/100 g), betacryptoxanthin (761 mikrogram/100 g), serta lutein dan zeaxanthin (75 mikrogram/100 g). Betakaroten merupakan provitamin A sekaligus antioksidan yang sangat ampuh untuk menangkal serangan radikal bebas. Vitamin A yang diperoleh dari 100 g buah pepaya matang berkisar antara 1.094 – 18.250 SI, tergantung dari varietasnya. Sementara betacryptoxanthin, lutein, dan zeaxanthin lebih banyak berperan sebagai antioksidan untuk mencegah timbulnya kanker dan berbagai penyakit degeneratif.

KOMPOSISI KANDUNGAN (per 100 gr. Bahan)

No. Kandungan Daun Pepaya Buah Pepaya
1 Protein 8,00 gr 0,50 gr
2 Lemak 2,00 gr -
3 Karbohidrat 11,90 gr 12,20 gr
4 Kalsium 353,00 gr 23,00 gr
5 Fosfor 63,00 gr 12,00 gr
6 Zat besi 0,80 gr 1,70 gr
7 Vitamin A 18.250,00 SI 365,00 SI
8 Vitamin B1 0,15 mg 0,04 mg
9 Vitamin C 140,00 mg 78,00 mg
10 Air 75,40 gr 86,70 gr
11 Kalori 79,00 kal 46,00 kal

Sumber : Rhukmana (1995)

Jika diperhatikan dari table komposisi kandungan di atas, maka daun papaya mengandung banyak vitamin A, B1, C, Kalsium, dan Fosfor. Selain buah, bagian tanaman pepaya lainnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan mulai sebagai bahan makanan dan minuman, obat tradisional, pakan ternak, industri penyamakan kulit, kosmetik, dan sebagainya. Bahkan bijinyapun dapat diolah lebih lanjut menjadi minyak dan tepung.

Daun pepaya sebagai sayuran dan pelunak daging. Daun pepaya muda dimakan sebagai lalap (setelah dilayukan dengan air panas) atau dijadikan pembungkus buntil. Substansi lain yang banyak dimanfaatkan dalam dunia industri adalah papain yang dapat dihasilkan dari buah, batang, ataupun daun pepaya.

Getah pepaya (dapat ditemukan di batang, daun, dan buah) mengandung enzim papain, semacam protease, yang dapat untuk memecah serat-serat daging yang alot sehingga melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Selain itu, papain juga digunakan pada industri minuman (sebagai penjernih bir dan anggur), industri farmasi, industri kosmetik, industri tekstil dan kulit (sebagai penyamak), serta sebagai pembersih limbah

Perasan daun pepaya muda mengandung alkaloid berasa pahit yang konon berkhasiat sebagai obat penyakit malaria, penurun demam, penurun tekanan darah, dan pembunuh amuba. Daun pepaya muda dapat diolah menjadi buntil, urap, atau lalap rebus.

Sumbangan vitamin yang sangat menonjol adalah vitamin C (62-78 mg/100 g) dan folat (38 mikrogram/100 g). Kadar serat per 100 gram buah masak 1,8 gram.
Serat pepaya sangat dikenal manfaatnya dalam memperlancar proses buang air besar (BAB) dan mencegah sembelit. Satu potong pepaya berukuran 140 gram mampu memberikan sumbangan vitamin C sebanyak 150 persen dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan per hari (AKG), serta sumbangan serat sebanyak 10 persen dari AKG.

Untuk kesempatan kali ini kami memanfaatkan daun pepaya untuk pembuatan kripik daun papaya dengan bervariasi rasa buah-buahan yang telah kami ambil sari buahnya, sebagai makanan camilan. Selain itu sewaktu kita merebus daun pepaya kita menambah segenggam tanah liat pada rebusan itu, dengan tujuan rasa daun pepaya tidak pahit lagi, sehingga semua orang tidak perlu takut rasanya yang pahit.

2. Cara membudidayakan pohon pepaya

Tanaman pepaya termasuk jenis tanaman tropis basah, oleh karena itu dimanapun hampir di seluruh wilayah tanah air kita dapat di tanami pohon pepaya. Untuk hasil yang maksimal dan berkualitas baik, yang akhirnya dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi kita, kita harus mencari daerah-daerah yang cocok untuk membudidayakannya. Hal- hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

A. Iklim

1.  Angin diperlukan untuk penyerbukan bunga. Angin yang tidak terlalu kencang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman.

2.  Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yang memilki curah hujan 1000- 2000 mm / tahun.

3.   Suhu udara optimum 22-26 oC.

4.   Kelembaban udara sekitar 40%.

B. Media Tanam

1. Tanah yang baik tanaman pepaya adalah tanah yang subur, banyak mengandung humus. Tanah itu harus banyak menahan air dan gembur.

2.   Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yang ideal adalah netral dengan pH 6-7.

3. Kandungan air dalam tanah merupakan syarat penting dalam kehidupan tanaman ini. Air menggenang dapat mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati). Apabila kekeringan air, nama tanaman akan kurus, daun, bunga dan buah rontok. Tinggi air yang ideal tidak lebih dalam daripada 50–150 cm dari permukaan tanah.

Sumber : Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi MIG Corp.

B Diskripsi Produk

Nama produk : Kripik Daun Pepaya Rasa Buah-buahan

Desain kemasan

C. ANALISIS SWOT

  • S = STRENGTH (Kekuatan)

Pada pemanfaatan daun pepaya sebagai kripik antara lain daun pepaya mudah di dapat, mudah dibudidayakan, selain itu daun pepaya mempunyai banyak manfaat dari pencegahan malaria, menambah nafsu makan, penurun tekanan darah, dan penurun demam. Daun pepaya mempunyai kandungan Kalsium, Vitamin A, B1, C, yang sangat tinggi.

  • W = WEAKNESS (Kelemahan)

Sedangkan kelemahan dari daun pepaya, jika tidak dapat mengolah dengan baik, maka rasa pahit alami pada daun pepaya masih terasa. Selain itu pada proses penirisan jika daun belum benar-benar kering, maka hasil pengorengan atau kripik menjadi lembab.

  • O = OPORTUNITY (Peluang)

Peluang yang dimiliki yaitu di pasaran belum ada kripik daun pepaya sebagai camilan seperti yang kami buat. Sehingga prospek kedepannya lebih bagus. Bahan dasar yang kami gunakan mudah di dapat dan harganya relatif murah.

  • T = TREATH (Ancaman)

Ancaman yang ada saat ini pohon pepaya diserang hama, sehingga di bawah permukaan daun, pohon, serta buah pepaya terdapat bintik-bintik berwarna putih. Sehingga daun tidak bisa dimanfatkan.

C. Tabel konsumen

Rasa yang digemari konsumen

No. Tanggal Pengambilan Rasa buah
Jeruk Apel
1
2
3
4
5
6
7
8

BAB III

A. RENCANA PELAKSANAAN PENELITIAN

1. Uji Kandungan daun pepaya

Bahan makanan mengandung nutrient penting yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, bahan pembangun tubuh, mengganti jaringan tubuh yang rusak dan pengaturan segala kegiatan fisiologis tubuh. Jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar adalah karbohidrat, lemak dan protein, sedangkan yang diperlukan dalam jumlah sedikit adalah vitamin dan mineral. Apakah daun pepaya mengandung semua jenis nutrient yang dibutuhkan tubuh?

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui jenis nutrisi yang terkandung pada bahan makanan.

1a.  Alat dan bahan:

-     Tabung reaksi dengan raknya

-     Daun pepaya

-     Pipet tetes

-     Mortar (alu) dan pestle (lumping)

-     Spatula

-     Pembakar Bunsen

-     Penjepit tabung reaksi

-     Kertas buram

-     Korek api

-     Tisu / serbet

1b. Cara Kerja

  • Uji Kandungan karbohidrat (amilum)

a.   Ambil daun pepaya, tambahkan air untuk memudahkan penggerusan.

b.   Masukkan masing-masing 2 ml ekstraks daun pepaya ke dalam tabung reaksi.

c.   Tambahkan 5 tetes larutan KI atau lugol kedalam tabung reaksi

d.   Catat warna dasar dari bahan makanan dan warna dasar reagen KI

e.   Amati dan catat perubahan yang terjadi

  • Uji Kandungan gula

a.   Lakukan langkah yang sama seperti kegiatan uji kandungan karbohidrat

b.   Tambahkan 5 tetes larutan benedict kedalam masing-masing tabung reaksi.

c.   Catat warna dasar bahan makanan dan warna reagent benedict

d.   Amati dan catat semua perubahan yang terjadi

  • Uji kandungan protein

a.   Lakukan langkah yang sama seperti kegiatan uji kandungan karbohidrat

b.   tambahkan 5 tetes larutan biuret kedalam masing-masing tabung reaksi

c.   Catat warna dasar bahan makanan dan warna reagent biuret

d.   Amati dan catat semua perubahan yang terjadi

  • Uji Kandungan lemak

a.   Lakukan langkah yang sama seperti kegiatan uji kandungan karbohidrat

b.   Tambahkan 5 tetes larutan benedict kedalam masing-masing tabung reaksi

c.   Catat warna dasar bahan makanan dan warna reagent benedict

d.   Amati dan catat semua perubahan yang terjadi

1c.  Analisis Hasil Penelitian

No Perlakuan Perubahan yang terjadi (warna) Keterangan
1. Tabung A + Lugol Ungu Karbohidrat
2. Tabung B + Benedict - -
3. Tabung C + Biuret Orange Protein
4. Kertas Buram + beberapa tetes ekstrak daun pepaya Transparan Lemak

3. Pembuatan kripik daun pepaya

3a. Bahan dan Alat

i. Bahan

Dalam pembuatan kripik daun pepaya membutuhkan bahan yaitu :

  1. a. Daun pepaya Carica Papaya L
  2. Maizena

Tepung maizena di gunakan sebagai bahan campuran tepung kripik daun pepaya sebagai pengembang.

  1. Sari buah-buahan
  2. Minyak goreng
  3. Bawang, tumbar, garam (di haluskan)
  4. Tanah liat atau daun jati

Tabel Bahan Pembuatan Kripik Daun Pepaya

Bahan Spesifikasi
Daun Pepaya Lembaran
Maizena Powder
Bumbu Halusan
Minyak Cair

ii. Alat

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan kripik daun pepaya rasa buah-buahan adalah : Ember, pisau, tampah, blender, gelas, wajan, sothil, plastik, panci

Tabel 1. Alat Pembuatan Kripik daun pepaya rasa buah-buahan

Alat Fungsi
Ember Sebagai tempat pencucian daun pepaya
Pisau Untuk memotong daun papaya
Panci Untuk merebus daun papaya
Blender Menghaluskan buah-buahan, untuk di ambil sari-sarinya
Gelas Menyimpan sari buah-buahan
Gunting Memotong hasil adonan tepung setelah kering
Wajan Menggoreng rambak mentah
Tampah Untuk meniriskan gorengan kripik daun

3b. Proses Pembuatan kripik daun pepaya rasa buah-buahan

  1. Persiapan alat dan bahan
  2. Pembuatan

Pada pembuatan kripik daun papaya diawali dengan melakukan percobaan komposisi pada tepung beras dengan maizena dan sari buah-buahan menggunakan perbandingan 3:1. Perbandingan antara sari buah dengan air adalah 2:1.

Perbandingan antara tepung beras, maizena, sari buah dan air

Tepung beras 250 gr 500 gr
Maizena 1 ons 2 ons
Sari buah-buahan 100 ml 200 ml
Air 50 ml 100 ml

Adapun untuk memperjelas langkah tersebut dapat dilihat melalui alur pembuatan kripik daun pepaya sebagai berikut:

Buah-buahan

di cuci

Buah + air di blender
Sari buah diambil
Daun pepaya

di

cuci

Tiriskan / jemur
Siapkan tepung

beras+maizena+bumbu

Aduk rata
Masukkan sari buah
Masukkan daun pepaya kedalam adonan
Potong daun pepaya  per ruas
Siapkan wajan+minyak
Masukkan ke dalam minyak goreng yang  panas
Angkat

+

tiriskan

Catatan:

Jika kita mau rasa buah apel, maka yang di blender apel saja, kalau rasa jeruk yang di blender buah jeruk nya saja, jangan di blender secara bersamaan. Setelah alat blender sudah di gunakan bila mau rasa buah lain seharusnya di cuci dahulu, supaya rasanya tidak bercampur.

B. IMPLEMENTASI

Target pemasaran produk yang bisa kita lakukan, kita order di pasar-pasar terdekat. Selain itu kita bisa menitipkan di warung-warung terdekat. Setiap 3 hari sekali kita cek, apakah barang tersebut laku apa tidak, jika sudah tidak kemiprik lagi kita tukar yang yang baru, sehingga pembeli puas. Prospek penjulan masih bagus, karena pada saat ini kripik daun pepaya rasa buah-buahan belum ada yang memproduksi, sehingga belum ada saingan penjualannya. Selain itu nanti kita satu bungkus dijual dengan harga 1.500 ribu, sehingga harganya murah. Diharapkan pembeli banyak yang berminat.

Pada kripik daun pepaya rasa buah-buahan ini tidak terlalu banyak limbah yang dihasilkan sehingga kita tidak kesulitan. Sisa buah-buahan yang digunakan dapat kita jadikan sebagai nastar rasa buah dengan cara menambahkan gula, kayu manis di potong-potong, cengkeh, dan margarin. Campur semua bahan, aduk rata, dan diamkan selama sehari semalam. Pagi harinya kita masak di atas api sedang hingga kental dan cairan meresap, angkat dan dinginkan. Ambil kayu manis dan cengkehnya sehingga jadilah nastar. Sedangkan tangkai daun pepaya bisa kita potong-potong kecil kemudian di campur dengan katul dan air, sehingga dapat digunakan sebagai makanan sapi.

Selama ini orang yang mengkonsumsi semua bagian dari pohon pepaya dan  dari referensi yang kami dapatkan tidak ada keluhan atau bahaya yang timbul seperti keracunan. Jadi menurut kami produksi kripik daun pepaya tidak menimbulkan bahaya.

C. ANALISIS BIAYA

No Keterangan Spesifikasi Jumlah Biaya (Rp)
Pembuatan Proposal
1. Proposal Rental, warnet, print dan jilid 4 25.000,00
Pengadaan alat dan bahan
1. Penyediaan bahan - tepung beras

- tepung maizena

- minyak goreng

- bawang putih

- garam

- tumbar

- buah-buahan

250 gram

1 ons

1 liter

1 ons

1 bungkus

½ sendok makan

2 biji

3.000,00

1.000,00

9.000,00

2.000,00

1.000,00

500,00

2.000,00

2. Penyediaan alat - ember

- tampah

- pisau

- wajan

- plastik/kemasan

- baskom

- kompor

- pengaduk

- saringan

- sulet

- serok

- blender

2

2

2

1

5

2

1

1

1

1

1

1

40.000,00

20.000,00

10.000,00

25.000,00

15.000,00

30.000,00

33.000,00

5.000,00

2.000,00

2.000,00

2.500,00

200.000,00

3. Sewa -press 25.000,00
4. Peminjaman laboratorium Laboratorium tata boga FT UNY 100.000,00
5. Uji sampel kandungan gizi Mie kering Laboratorium UGM Uji kandungan 100.000,00
6. Keselamatan kerja 100.000,00
Pelaksanaan
1. Dokumentasi 50.000,00
2. Transportasi 25.000,00
Hasil
1. Pembuatan laporan 25.000,00
2. Publikasi 50.000,00
3. Lain-lain 200.000,00
Total 1.130.000,00

BAB IV

PENUTUP

A. SIMPULAN

Berdasarkan hasil di atas, daun pepaya selain dapat sebagai jamu dan sayur onseng-onseng, selain itu juga dapat dijadikan alternatif produk lain, yaitu keripik daun pepaya rasa aneka buah. dapat di simpulkan bahwa pohon pepaya sangat banyak kegunaannya baik dari buah, daun, batang, dan bunga.

Getah pepaya (dapat ditemukan di batang, daun, dan buah) mengandung enzim papain, semacam protease, yang dapat untuk memecah serat-serat daging yang alot sehingga melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Daun pepaya juga berkhasiat obat dan perasannya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menambah nafsu makan. Perasan daun pepaya muda mengandung alkaloid berasa pahit yang konon berkhasiat sebagai obat penyakit malaria, penurun demam, penurun tekanan darah, dan pembunuh amuba. Daun pepaya muda dapat diolah menjadi buntil, urap, atau lalap rebus.

Selain itu daun pepaya dapat diolah menjadi makanan camilan dengan rasa buah-buahan. Sedangkan cara membuat kripik daun pepaya, di bagi menjadi 3 tahap, yaitu:

1. Tahap pertama : buah-buahan diblender di tambah air sesuai takaran, kemudian diambil sari buahnya. (jika kita mau rasa buah apel, maka yang di blender apel saja, kalau rasa jeruk yang di blender buah jeruknya saja).

2. Tahap ke dua : Mencuci daun pepaya, kemudian tanah liat dan air dipanaskan hingga mendidih, kemudian masukkan daun pepaya dan tiriskan atau di jemur. Potong bagian ruas daun. Haluskan bawang, tumbar, dan garam. Siapkan adonan dari tepung beras, maizena, dan masukkan sari buah kemudian aduk rata.

3. Tahap ke tiga : Masukkan potongan daun pepaya tersebut, kemudian tiriskan dan masukkan kedalam minyak goreng yang sudah panas. Goreng kematangan, kemudian tiriskan.

Kita sebagai mahasiswa seharusnya bisa mengembangkan kekreatifan untuk memajukan berbagai macam produk baik dari Industri Pertanian maupun Industri Peternakan. Sehingga kita dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat, terutama pada masyarakat pedesaan yang kualitas pendidikan dan ekonomi yang rendah. Oleh karena itu kita bisa mengurangi angka pengangguran.

B. SARAN

Lebih baik lagi apabila kita bisa memanfaatkan tangkai daun pepaya. Selama ini belum ada hasil produk makanan yang memanfaatkan tangkai daun pepaya.

DAFTAR PUSTAKA

-  Aritonang Evawany, Evinaria. 2004. Pola Konsumsi Pangan, Hubungannya dengan Statys Gizi dan Prestasi Belajar pada Belajar SD di Daerah Endemik Gaki Desa Kuta Dame Kecamatan Kerajaan Kabupaten Dairi Propinsi Sumatera Utara. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatera Utara.

-  Anonim.2008. Pengembangan agroindustri Berbasis sumberdaya lokal untuk mendukung Ketahanan pangan. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.

-         Anonim                  . Kantor Deputi Menegristek. Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi MIG Corp.

0341-568917

-  Direktorat Gizi, Depkes RI (1992) Prof Dr. Ir Made Astawan. Ahli Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor. Di ambil dari Internet, tanggal 12 Februari 2011 jam 11.00 WIB.

- http://www.kabarsehat.com/2009/09/manfaat-buah-dan-daun-pepaya-sebagai-obat-alami/. Diambil dari Internet, tanggal 10 Februari 2011 jam 10 WIB.

- http://www.wikipedia.co.id. Dengan kata kunci pohon pepaya. Diambil dari Internet, tanggal 10 Februari 2011 jam 10.30 WIB

-  Suprapto. ( ). Karakteristik, Penerapan, dan Pengembangan Agroindustri hasil pertanian di Indonesia. Staf Pengajar Fak. Manajemen Agribisnis Universitas Mercu Buana

LAMPIRAN B

  1. Judul Penelitian:  Pembuatan Kripik Daun Pepaya Dengan Berbagai Rasa Buah-buahan yang Bergizi Tinggi Sebagai Camilan Alternatif
  2. Ketua Peneliti :
  3. Nama Lengkap / NIM                                   : Wulandari / 07312244049
  4. Jurusan / Fakultas                               : FMIPA
  5. Universitas                                         : UNY
  6. Alamat Rumah dan No. Tel./HP         : Kedaton, Pleret, Bantul / 085747968322
  7. Alamat Email                                     : akadarwatinugraini@yahoo.co.id
    1. Jumlah Anggota : 2
    2. Dosen Pendamping
    3. Nama Lengkap dan Gelar         : Asri Widowati, M.pd
    4. NIP                                         : 198308162006042002
    5. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Pondok RW 07, Concat  / 081804758907

5.  Nama Alat : plastik/kemasan, ember, pengaduk, pisau, blender, saringan, sulet, kompor, baskom, tampah, serok, wajan.

6.   Biaya Alat : Rp 400.000,00

7.  Waktu Persiapan Alat : Januari

Yogyakarta, 01 Maret 2010

Menyetujui

Dosen Pembimbing                                                                    Peneliti,

Asri Widowati                                                                           Wulandari

NIP:198308162006042002                                                   NIM. 07312244049

Mengetahui,

Pembantu Dekan    III                                                              Kaprodi

Drs. Sutiman                                                            Prof. Dr. Zudhan Kun Prasetyo M.Ed

NIP : 130367434                                                                           NIP : 195504151985021001

B. JADWAL KEGIATAN

No Kegiatan Waktu
Januari Februari Maret April
A. Persiapan
1 Observasi
2 Identifikasi kebutuhan alat dan bahan
3 Pembelian alat dan bahan
4 Persiapan tempat
B. Pelaksanaan
1 Pembuatan sample
2 Penetapan kualitas produk
3 Pengolahan
6 Pengemasan produk
7 Pemasaran produk
8 Analisa pasar
C. Lain-lain

LAMPIRAN C

  1. Judul Penelitian : Pembuatan Kripik Daun Pepaya Dengan Berbagai Rasa Buah-buahan yang Bergizi Tinggi Sebagai Camilan Alternatif
  2. Bidang Ilmu : Biologi
  3. Ketua Peneliti :

a.   Nama Lengkap                               : Wulandari

b.   NIM                                              : 07312244049

c.   Riwayat Pendidikan                        : SDN 2 Putren / 2002, SMPN 1 Pleret /

2004,  SMAN 1 Pleret / 2007

d.    Alamat Rumah dan No. Tel./HP : Kedaton, Pleret, Bantul / 085747968322

e.    Alamat Email                                 : akadarwatinugraini@yahoo.co.id

4.    Jumlah Anggota : 2

5.   Dosen Pendamping :

a.   Nama Lengkap dan Gelar                     : Asri Widowati, M.pd

b.   NIP                                                      : 198308162006042002

c.   Alamat Rumah dan No Tel./HP : Pondok RW 07, Concat  / 081804758907

Yogyakarta, 01 Maret 2010

Menyetujui

Dosen Pembimbing

Asri Widowati, M.pd

NIP : 198308162006042002

LAMPIRAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP KETUA DAN ANGGOTA

1. Ketua Tim

Nama                              : Wulandari

NIM                               : 07312244049

TTL                                : Bantul, 09 Januari 1889

Fakultas / jurusan : FMIPA/ Pend. IPA

Alamat Rumah                 : Kedaton Pleret, Pleret, Bantul, Yogyakarta

Riwayat Pendidikan         : SDN 2 Putren / 2002, SMPN 1 Pleret / 2004,

SMAN 1 Pleret / 2007

No. Hp                           : 085747968322

2. Anggota I

Nama                              : Azza Kadarwati N

NIM                               : 08312244029

TTL                                : Bantul, 22 Desember 1990

Fakultas / jurusan : FMIPA / Pend. IPA

Alamat Rumah                 : Kedaton Pleret, Pleret, Bantul, Yogyakarta

Riwayat Pendidikan         :SDN 2 Putren / 2003, SMPN 3 Pleret / 2005,

SMAN 1 Pleret / 2008

No.Hp                            : 085743009879

3. Anggota II

Nama                              : Anggita Dian Hartanto

NIM                               : 07405241014

TTL                                : Jakarta, 21 Desember 1989

Fakultas / jurusan : FISE / Pend. Geografi

Alamat Rumah                 : Kedaton Pleret, Pleret, Bantul, Yogyakarta

Riwayat Pendidikan         : SD N Kutajaya IV/ 2002, SMP N 1 PASAR KEMIS/ 2004, SMA N 1 PLERET/ 2007

No. Hp                           : 085643269144

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: